Minggu, 29 Oktober 2017

UIN Sunan Kalijaga Jadi Tuan Rumah Pembukaan OPI 2017

UIN Sunan Kalijaga Jadi Tuan Rumah Pembukaan OPI 2017
Daerah Istimewa Yogyakarta kali ini menjadi tuan rumah dalam kegiatan Olimpiade Psikologi Indonesia (OPI) ke-4. Acara dua tahunan ini menjadi ajang yang paling bergengsi bagi kalangan mahasiswa-mahasiswi Psikologi seluruh Indonesia, karena akan memperebutkan medali dari 11 mata lomba yang diselenggarakan, serta juara umum dan trophy Piala bergilir dari HIMPSI Pusat (Himpunan Psikologi Indonesia). Maka tak heran, jika antusias dan euforianya juga sangat terasa bagi kalangan civitas akademika Psikologi khususnya mahasiswa.
Lebih menariknya lagi, pembukaan Olimpiade Psikologi Indonesia tahun ini dilaksanakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakart (26/10/2017). Pembukaan OPI dilaksanakan di Gedung Prof. H.M Amin Abdullah. “Keempat kalinya OPI diselenggarakan di Jogja. HIMPSI Jogja memberanikan diri untuk menjadi tuan rumah. Semoga OPI selanjutnya, bisa terselenggara dengan lebih meriah,” ujar Drs. Helly P. Soetjipto, M.A selaku ketua HIMPSI Yogyakarta saat memberi sambutan.
Kegiatan nasional yang melibatkan mahasiswa Psikologi se-Indonesia dan diadakan 1 kali dalam 2 tahun ini mengangkat tema Harmony In Diversity. Tema ini diangkat sesuai dengan keadaan masyarakat yang majemuk namun tetap harmoni dan bersatu dalam perbedaan. Bertepatan pula dengan Hari Sumpah Pemuda, terselenggaranya OPI kali ini juga membawa semangat Sumpah Pemuda, persatuan dan kesatuan.
"Tema Harmony in Diversity menjadi bagian dari usaha kita untuk menjaga NKRI," Tutur Prof. Drs. KH Yudian Wahyudi, PhD. Rektor UIN Sunan Kalijaga juga menegaskan bahwa hal yang paling penting ialah persatuan. Apalagi dalam kompetisi OPI kali ini, diikuti oleh berbagai Fakultas dan Program Studi Psikologi se-Indonesia.
Menurut keterangan dari Emira Salma salah satu panitia OPI ke-4 memiliki banyak cabang lomba. Cabang yang dilombakan yakni Psychoscience, Psychopaper, Psychoposter, Psychodebate, Psychoclimb, Psychoinnovation, Psychoentrepreneur, Psychofilm, Psychophotography, Psychovoice dan Psychofutsal. Ada dua kegiatan khusus Psycho Workshop adalah workshop yang membahas local wisdom di Jogjakarta dan Psycho Tour yaitu kembali ke masa lalu dengan mengunjungi candi-candi di Jateng.
Salma menambahkan UIN Sunan Kalijaga, selain pembukaan juga menjadi tuan rumah lomba Psychoposter. Tempatnya di FISHUM. Kita juga bekerja sama dengan HM-PS Psikologi serta jajaran Dekanat dan Dosen Psikologi serta Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) wilayah Yogyakarta sebagai media pendukung,” Jelas Emira Salma salah satu mahasiswa Psikologi yang juga menjadi panitia kegiatan ini.
Dukungan juga datang dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Waryono, M.Ag. Dukungan dari banyak pihak akan menjadi bekal yang sangat kuat bagi peserta kontingen UIN Sunan Kalijaga untuk memberikan hasil yang terbaik dalam Olimpiade kali ini. “Sebagai tuan rumah Olimpiade Psikologi, kita harus berjuang, memaksimalkan, dan mempersembahkan hasil yang sangat baik bagi kampus kita ini,” Tutur Dr. Waryono saat ditemui, Senin, 09 Oktotober 2017 lalu.
Terlihat hadir dalam pembukaan acara OPI Dr. Mochamad Sodik, S.Sos selaku Dekan FISHUM, Dr. Sabarudin, M.Si, Wakil Dekan Bidang Adm. Umum, Kepegawaian dan Perencanaan, Dr. Sulistyaningsih, S.Sos, M.Si Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, M.Si Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Mustadin, M.Si Ketua Program Studi Psikologi , Dra. Budhi Susilowati Kepala Bagian Tata Usaha, serta dosen-dosen Psikologi dan Kaprodi Psikologi dari lintas Universitas. (tri-khabib/humas)

My Second FAMILY

Halo, saya disini akan bercerita tentang pengalaman saya saat SMK mengikuti organisasi Pleton Inti.
saat itu saya masuk pertama untuk mendaftar di SMKN 1 Bantul dan saat itu saya diberi selebaran oleh kakak cantik berpakaian putih abu-abu sambil berkata "gabung ya dek" sambil tersenyum. aku hanya ikut tersenyum sambil berlalu.
ketika saat pengumuman penerimaan siswa baru, akhirnya saya dapat diterima di SMK tersebut. Lalu pada saat Masa Orientasi Siswa terdapat acara yaitu promosi organisasi yang berada di SMK N 1 Bantul diantaranya OSIS, MPK, DA, Pleton Inti, PMR, PPUKS,PKS, Menari dll. saya sangat tertarik dengan promosi Pleton Inti yang menyuguhkan video saat lomba baris berbaris.
disitu setelah MOS selesai, organisasi Pleton Inti melakukan Pelatihan Baris-Berbaris untuk seleksi anggota baru,. PBB tersebut diikuti seluruh siswa baru, dan yang mendaftar dipisahkan.
dan saat itu karena saya mendaftar, maka saya digabung dengan teman-teman lain yang mendaftar pula . ada yang dari jurusan Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, Pemasaran, Administrasi Perkantoran, Akuntansi, dan Perbankan Syariah.

saya sangat bangga ketika saya dan 4 teman saya lainnya dipilih untuk melengkapi pleton angkatan tahun lalu untuk mewakili sekolah lomba Pawai Kabupaten Bantul pada saat itu. dan otomatis sebelum pengumuman anggota Tonti ytang diterima, saya dipatikan sudah diterima terlebih dahulu.
hari H lomba sudah tiba. saya sangat gugup ketika saya belum terlalu atau bahkan belum bisa baris berbaris mengikuti lomba tersebut, saya hanya latihan selama 4 hari saja. dan  ternyata setelah seminggu setelah hari H pawai,saat pengumuman juara Tonti dari SMK saya mendapat juara 3. saya dan kakak-kakak angkatan tahun lalu sangat bersyukur.

namun perjalanan Pleton Inti saya baru mulai setelah lomba tersebut. saya benar-benar merasa bagaimana capek nya menjadi anak tonti.awalnya semua berjalan rumit karena tugas tak selesai tepat waktu karena klatihan setiap hari, tugas kelompok yang hanya titip nama sampai disindir teman-teman dikelas. tapi semakin lama saya berfikir, bahwa organisasi ini bukan untuk merusak sekolah saya., tapi mengajarkan bagaimana memanajemen waktu dan disiplin waktu dengan baik. maka semakin lama saya dapat membagi waktu dengan baik dan tidak ada pandangan buruk dari kelas.

sedang di Tonti sendiri, saya merasakan kekeluargaan yang sangat luar biasa. dimana walaupun dibentak bentak setiap hari, tapi untuk pertama kali dari jaman dulu pleton saya yang selalu mengadakan evaluasi setelah latihan, dan kumpul ditempat salah satu teman dengan diisi menonton video pleton di youtube. semua berjalan rutin sampai akhirnya kami lomba di Bantul. disitu kami sangat memaksimalkan apa yang telah diajarkan kakak Dewan Tonti kepada kami. dan saat lomba selesai kami langsung berpelukan dan menangis menyadari bahwa setelah hari itu tidak ada latihan lagi, panas panas lagi , evaluasi setelah latihan dll. kami selalu merindukan saat saat itu.

Studi Kasus Muslim Rohingya di Myanmar Mengantarkan Tim UIN Suka Juara III Nasional

Kompetisi-kompetisi keislaman di kancah nasional semakin inten diselenggarakan. Berbagai kemenangan yang kerap diraih mahasiswa UIN Sunan ...